Kapan Kebathilan Akan Tumbang ?

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kalian semua dan semoga dimudahkan urusannya oleh Allah SWT. Aamiin…

pada kesempatan minggu lalu kita sudah membahas tentang ukhuwah kita harus menjadi motivasi ber-Al Qur’an. kali ini admin cahaya Qur’an akan menjelaskan tentang “Kapankah kebathilan di muka bumi ini akan Tumbang ?”… ok langsung saja ke pembahasan kita kali ini .. langsung kita mulai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al Isra’ ayat ke- 81 :

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah, “kebenaran telah datang dan yang bathil telah lenyap. ” Sungguh, yang bathil itu pasti lenyap.” (Qs. Al Isra’ : 81).

Segala yang bathil pasti lenyap

Ayat diatas merupakan jaminan bahwa al haq (kebenaran mutlak) itu pasti akan datang, sedangkan kebathilan pasti musnah. Bahkan kebathilan itu ciri khasnya fana, pasti akan hancur. kapan hal ini terjadi ? kebhatilan itu akan hancur jika al haq telah menyatu pada setiap pribadi diri kita dan pada diri umat islam. Al Qur’an menyebut Al haq dalam dua makna :

  1. Al Haq yang berarti Allah SWT

Seperti firmannya :

فَذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

“Maka itulah Allah SWT, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari keenaran) ?”(Qs. Yunus : 32)

2. Al Haq berarti Syari’at Islam

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali – kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Qs. Al Baqarah : 147)

Apabila Allah SWT dan ajaran Islam selalu menyatu dalam pribadi mukmin dan umat , maka saat itulah Al Haq datang dan eksis, dan pada saat itu pula terjadi sebaliknya, yakni kebathilan akan musnah.

Kesimpulannya, mendambakan musnahnya kebathilan pada hakikatnya merupakan kerja keras yang harus diwujudkan dengan memproses diri menjadi manusia yang selalu dekat dengan Allah SWT dan tegaknya syariat dalam kehidupan kaum muslim baik pribadi maupun dalam bermasyarakat, atau dalam ungkapan yang lain yang sifatnya dimensi personal adalah jika seseorang selalu mampu memenangkan pertarungan antara dirinya dengan hal-hal yang menjauhkan dirinya dari Allah SWT akan memusnahkan kebathilan. Mari kita perhatikan 3 ayat sebelumnya, yakni ayat 78. Perintah agar menegakkan shalat 5 waktu khususnya shalat subuh.

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al Isra’ : 78)

kemudian ayat selanjutnya adalah perintah Qiyamullail,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”(Qs. Al Isra’ : 79)

Pada ayat selanjutnya Allah SWT memerintahkan kita untuk berdo’a agar selalu mendapat pertolongan dan mendapat kekuasaan :

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

“Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).”(Qs. Al Isra’ : 80)

adapun pada ayat setelahnya yakni ayat 82 Allah SWT memerintahkan kita untuk berinteraksi dengan al Qur’an :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang – orang yang zalim selain kerugian.” (Qs. Al Isra’ : 82)

Demikianlah Allah SWT telah mengajarkan bagaimana hakikat perjuangan dalam ketaatan yang harus kita bangun dalam diri kita jika ingin kebathilan menjadi lemah dan musnah.

Demikianlah penjelasan ayat al qur’an . semoga kita para kaum muslimin bisa mengambil pelajaran, Wallahu’alam bisshawab ..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

baca juga artikel menarik kami yang lainnya :

Jadilah Prajurit Allah SWT

Menjadikan Al Quran sebagai sahabat di dunia

Keberkahan Dalam Mempelajari Al Qur’an

Bahagia Bersama Al Qur’an Harus Diraih dengan “Sengsara” (Mujadah)