Ukhuwah Kita Harus Menjadi Motivasi Ber-Al Qur’an

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kalian semua dan semoga dimudahkan urusannya oleh Allah SWT. Aamiin…

setiap mukmin hendaknya berharap agar ditakdirkan selalu berukhuwah karena Allah SWT . Sehingga dimanapun berada termotivasi untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa kepada Allah SWT. kecintaan kita terhadap Al Qur’an yang tumbuh di dalam hati harus benar-benar selalu didasari oleh :

Pertama : Karena Cinta Allah SWT

Rasa cinta dan tunduk kepada Allah SWT harus menjadi spirit utama dalam membangun cinta terhadap Al Qur’anul kariim. Jika pun dalam mencintai Al Qur’an kita menjadi suatu harapan, maka rahmat serta pahala dari Allah SWT-lah yang paling layak untuk kita harapkan. atas landasan itulah yang menjadi jaminan seseorang bertahan lama dalam berinteraksi dengan Al Qur’an , ia akan mampu bersama Al Qur’an dalam hitungan jam, harian, tahunan, bahkan sepanjang usianya nanti.

Allah SWT berfirman :

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“orang – orang yang telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan Barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al Baqarah : 121)

Kedua : Semangat Memahami Kandungannya

Aktivitas tadabbur ayat – ayat Al Qur’an harus terus dihidupkan sepanjang perjalanan seorang mukmin dalam menuntut ilmu. Sementara perintah menuntut ilmu bagi seorang mukmin harus terus dilakukan hingga akhir usianya. Artinya, proses tadabbur Al Qur’an harus terus menjadi agenda tetap yang akan berlangsung sepanjang usia kita. Dalam setiap tahapan proses tadabbur Al Qur’an akan selalu menghasilkan efek yang positif baik bagi jiwa maupun raga.

Karena tadabbur Al Qur’an adalah salah satu jalan yang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Al Qur’an . bahkan semakin dalam seseorang mendalami kandungan Al Qur’an, ia akan semakin jatuh cinta kepada Al Qur’an.

Bahkan lebih dari itu, proses pengenalan dan pendalaman terhadap Al Qur’an yang dilakukan secara istiqomah akan menghasilkan semangat dalam beribadah, terutama ibadah shalat dan juga amal shalih yang lain yang menjadi sebab ridhanya Allah SWT atas dirinya.

Hal ini tentu bisa terjadi, karena aslinya setiap orang yang mengaku mencintai Allah SWT maka secara otomatis akan mencintai Al Qur’an. Demikian pula sebaliknya, bahwa kecintaan seseorang terhadap Al Qur’an dapat menjadi salah satu indikasi bahwa ia adalah manusia yang mencintai Allah SWT.

Oleh karena itu, sangat relevan jika dikatakan bahwa interaksi dengan Al Qur’an akan selalu menghasilkan semangat ibadah dan amal kebaikan yang lebih banyak dan berkualitas sehingga rahmat dan cinta Allah SWT akan semakin tercurah kepada pelakunya. Adapun korelasi antara cinta terhadap Al Qur’an dengan ibadah shalat adalah sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT di dalam firman-nya berikut :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-nya dan bertasbihlah kepada-nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al Insan : 26)

Demikianlah indikasi seorang yang memiliki kedekatan dengan Al Qur’an , diantaranya dapat dikenali dari kegemarannya menemui Allah SWT dalam ibadah malam-nya (Shalat Tahajudnya). ayat di atas juga mengisyaratkan bahwa Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada manusia sebagaimana cara membuktikan cintanya kepada Allah SWT dan kitab nya yakni dengan istiqamah dalam melaksanakan ibadah shalat malam (Tahajjud) . Ayat di atas seharusnya selalu menjadi pengingat diri kita, bahwa Allah SWT memberikan perhatian besar dalam urusan ibadah Shalat Malam (Qiyamullail).

Ketiga : Semangat Mendakwahkan

Kecintaan seseorang terhadap Al Qur’an juga harus terefleksi pada semangatnya dalam mendakwahkan Al Qur’an. Apakah semangat mengajarkannya kepada orang lain, ataupun mengajak umat sebanyak – banyaknya agar “kembali” kepada Al Qur’an, yakni dengan membacanya, mempelajarinya, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari serta giat mendakwahkan kembali.

Karena semakin banyak umat yang mengamalkan Al Qur’an, akan semakin terbuka peluang terealisasinya Al Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan masyarakat. Hingga pada gilirannya merupakan sebuah keniscayaan apabila dari negeri ini terlahir generasi Qurani.

Saat upaya mengembalikan umat kepada Al Qur’an berlangsung terus menerus maka kita akan dapat melihat hasil yang menggembirakan ketika Al Qur’an, pada akhirnya nanti dapat mewarnai setiap lini kehidupan umat ini. Harapan ini tentu wabil khusus kita tujukan bagi masyarakat indonesia yang basisnya sudah beriman kepada Allah SWT dan Al Qur’an. Pertimbangan di atas harus selalu menjadi perhatian bagi setiap pecinta Al Qur’an agar semakin giat mendakwahkannya.

Allah SWT berfirman :

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

“Dan Al Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra’ : 106)

Ayat di ataslah yang menjadi salah satu dasar dalil mengapa seorang Mukmin itu harus mendakwahkan Al Qur’an. Setiap mukmin yang oleh Allah SWT telah diberi ilmu Al Qur’an maka atas dasar ayat di atas, ia wajib mendakwahkannya, mengajarkan secara perlahan – lahan tetapi pasti kepada orang lain agar mereka juga merasakan nikmatnya hidup berada di bawah Al Qur’an.

Al Qur’an adalah salah satu bentuk karunia kasih sayang Allah SWT kepada manusia. karena dengan diturunkannya Al Qur’an, Allah SWT menghendaki manusia meraih kebahagiaan serta keselamatan baik di dunia ini apalagi kelak di akhirat. Al Qur’an adalah sebagai sumber penguat iman dan penggerak taqwa. Serta jalan petunjuk yang nyata bagi manusia yang ingin menemukan kebahagiaan hidup yang hakiki.

Demikianlah penjelasan ayat al qur’an . semoga kita para kaum muslimin bisa mengambil pelajaran, Wallahu’alam bisshawab ..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

baca juga artikel menarik kami yang lainnya :

10 Alasan orang kafir dilarang memimpin

Menjadikan Al Quran sebagai sahabat di dunia

Keberkahan Dalam Mempelajari Al Qur’an

Bahagia Bersama Al Qur’an Harus Diraih dengan “Sengsara” (Mujadah)