Pelajaran Dari Burung Hud – hud

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kita semua. pada kesempatan kali ini admin Cahaya Qur’an ingin berkisah mengenai pelajaran dari Burung Hud-hud yang tidak disiplin kepada Nabi Sulaiman. langsung saja berikut kisahnya.

Ada banyak yang tinggal di istana. Burung – burung tersebut dipilih karena memiliki kelebihan. Ada yang dipilih karena bulu – bulunya yang indah. Ada juga yang dipilih karena kicauannya yang merdu. Sebagian burung juga ikut melaksanakan tugas Negara. Mereka menjadi penyampai pesan. Ada juga yang bertugas sebaggai mata-mata di kerajaan musuh.

Suatu hari, Nabi Sulaiman AS mengumpulkan seluruh staf kerajaan dari kalangan manusia, jin, dan hewan. Beliau rutin melakukannya pada waktu tertentu di lapangan besar halaman istana. Semuanya harus berkumpul tepat waktu. Bagi yang terlambat hadir akan mendapat hukuman.

Setiap jenis makhluk telah melaporkan kelengkapan anggotanya. Kelompok manusia dan jin beranggotakan lengkap. Hanya kelompok burung yang belum lengkap.

“Siapa yang belum hadir ? ” Tanya Nabi Sulaiman AS.

Seekor burung mengabarkan bahwa burung hud-hud belum hadir dalam barisan.

“Sejak pagi, kami tidak melihatnya. Saya sudah menanyakannya pada semua bangsa burung, tapi tidak ada yang tahu  kemana dia pergi,” lapornya sambil menggelengkan kepala.

Nabi Sulaiman AS . Mengerutkan dahi. Hud-hud adalah salah satu burung kesayangannya. Hud-hud tidak pernah pergi tanpa izin darinya.Namun kali ini, burung hud-hud pergi tanpa izin.

Pertemuan belum dimulai karena menunggu hud-hud datang. Jarang sekali hud-hud tidak disiplin.

“Mengapa hud-hud belum datang juga ? dia sudah bersikap tidak disiplin. Jika dia datang tanpa alasan yang jelas, akan aku sembelih dia ! ” Seru Nabi Sulaiman AS.

Tiba-tiba, terdengar suara kepakan sayap memasuki ruangan.

“Sa.. saya hadir, Yang mulia.”

Hud-hud datang dengan tergesa – gesa . Teman – temannya sesama bangsa burung lega mereka tidak ingin melihat temannya di sembelih.

“apa yang menyebabkan kamu terlambat ?” Tanya Nabi Sulaiman AS.

“Ampun beribu – ampun , Yang Mulia, atas keterlambatan hamba,” hudhud menunduk takzim.

“Hamba membawa berita penting.”

“Sepenting apa beritamu? Cepat katakan! ” seru Nabi Sulaiman AS.

“Saya baru dari negeri Saba, Yang Mulia,” Ucap hud-hud.

“Negeri itu subur dan makmur. Seorang ratu bernama Balqis yang memimpin negeri itu. Namun, ada satu yang memperihatinkan,” ujar hud-hud.

Nabi Sulaiman AS jadi penasaran, “Apa yang memprihatinkan di negeri itu ?”

“Mereka tidak mengenal Allah . Setiap hari, mereka menyembah matahari,” jelas Hud-hud.

“Oh ya ? Benarkah ?”

“Benar, Yang Mulia, ” hud-hud meyakinkan.

Nabi Sulaiman AS berpikir. Sudah menjadi kewajiban untuk meyebarkan Agama Allah Subhana huwata’ala  ke seluruh penjuru Bumi. Nabi Sullaiman AS pun segera menulis surat Untuk ratu Balqis. Hud-hud diperintahkan untuk menyampaikan surat itu. Bagaimana reaksi Ratu Balqis ketika menerima Surat itu ?

Hikmah Kisah :

Pentingnya Kedisiplinan

 لَاُعَذِّبَـنَّهٗ عَذَابًا شَدِيۡدًا اَوۡ لَا۟اَذۡبَحَنَّهٗۤ اَوۡ لَيَاۡتِيَنِّىۡ بِسُلۡطٰنٍ مُّبِيۡنٍ

فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيۡدٍ فَقَالَ اَحَطْتُّ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهٖ وَ جِئۡتُكَ مِنۡ سَبَاٍۢ بِنَبَاٍ يَّقِيۡنٍ‏

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas. ”  (QS. An Naml,27 : 20-21)

Demikian kisah dari Sang Burung Hud-hud dan Nabi Sulaiman . Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Semoga Allah SWT selalu meneguhkan hati kita dalam iman dan taqwa kepada-nya serta kepada Rasul-nya.    Aamiin ya rabbal alamin..