Berqurban Hanya Mengharapkan Ridho Allah SWT

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kita semua. pada kesempatan kali ini admin Cahaya Qur’an ingin Bercerita tentang Berqurban Hanya Mengharapkan Ridho dari Allah SWT ?

Sudah cukup banyak kisah inspiratif tentang orang-orang yang tidak kaya tetapi mampu qurban. Baik itu yang disajikan di berbagai media atau dari mulut ke mulut jama’ah masjid. Kisah-kisah yang menjadi bukti bahwa uang bukan penentu utama mampunya seseorang qurban, melainkan keimanan. Meski harta ada, tetapi miskin iman, maka uang untuk qurban selalu tidak ada. Dan meski harta alakadarnya, tetapi kuat iman, maka uang untuk qurban selalu ada. Kita masuk yang mana?

 

Qurban secara bahasa adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan atau dengan perbuatan baik lainnya. Maka berqurban merupakan ibadah yang mulia, dan tidak boleh diniatkan untuk selain Allah.

Dijelaskan dalam hadits bahwa berqurban walaupun dengan seekor lalat bisa menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka jika bukan karena Allah. “Berkorbanlah.” Maka dia menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Maka mereka mengatakan, “berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.”

Maka dia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah dia masuk neraka.

Seperti halnya putra Nabi Adam yaitu Qabil dan Habil melakukan qurban tapi ternyata qurban Habil diterima dan qurban Qabil tidak diterima. Semua itu karena Qabil tidak dilandasi ketaqwaan, kurang ikhlas dan berqurban dengan sesuatu yang kurang berharga. “Oleh karena itu berqurban merupakan bukti ketaqwaan seorang hamba kepada Allah. Dan berqurban adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang merupakan perbuatan terpuji dan diperintahkan oleh Allah,” .

Orang bisa dilihat ketaqwaannya dengan melaksanakan ibadah qurban. Karena taqwa itu harus dibuktikan dengan ketaqwaan sosial. Dan sifat pelit atau menahan harta adalah bukan sifat orang yang bertaqwa.

Oleh karena itu barang siapa diberikan keluasan rezeki lalu dia tidak mau berqurban maka amat dicela oleh Rasulullah SAW  dalam sabdanya :

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berqurban, namun dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim.

Dan kita pun mengetahui bahwa ibadah qurban itu juga meneladani sosok bapaknya para nabi yaitu Nabi Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS. Nabi Ibrahim adalah sosok yang diuji kedekatannya dengan Allah. Apakah Ibrahim lebih mengutamakan kedekataan dengan Allah atau tidak.

Hingga beliau diuji oleh Allah SWT dengan sosok anaknya yang beliau sayangi  untuk diqurbankan dan ternyata Ibrahim memenuhi perintah Allah dan akhirnya Allah SWT menggantinya dengan seekor kibas yang besar karena pengorbanan nabi Ibrahim tersebut.

Dan mendekatkan diri kepada Allah SWT itu bagi orang beriman adalah tujuan dari segala tujuan. Allah berfirman

 

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Al An’am:162)

 

Oleh karena itu Berqurban harus diupayakan semaksimal mungkin dan sebaik mungkin hanya mengharapkan Ridho dari Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melapangkan rizki kita semua agar bisa melaksanakan Ibadah Qurban Tahun ini ” Aamiin ya rabbal Alamin..

 

Silahkan Klik Tombol, Bagi Yang ingin berqurban bersama Anak  yatim piatu & santri Penghafal Al Qur’an di Yayasan Panti Asuhan Cahaya Qur’an.