Menjadi Pembaca Al Qur’an Yang Produktif

Membaca Al Qur’an Secara Produktif

Membaca Al Qur’an merupakan suatu hal yang sangat mulia. ketika kita membaca Al Qur’an 1 huruf bernilai 10 kebaikan. bagaimana jika kita membacanya kemudian mengamalkannya, bukankah hidup ini akan penuh keberkahan dengan Al Qur’an.

Sebagian orang merasa malas, tidak punya waktu untuk membaca Al Quran meskipun di dalamnya terdapat pahala yang besar.
Banyak orang merasa tidak mampu belajar Al Quran karena susah katanya, padahal ini adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada manusia.

Al Qur’an ini adalah fitrah petunjuk hidup oleh karena itu membaca Al Qur’an seharusnya sangat mudah bagi manusia. Perlu kita ketahui bahwa Al Qur’an akan datang ketika hari kiamat sebagai pemberi safaat bagi manusia yang rajin membacanya, Rasulullah Saw pernah bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an , karena ia (Al Qur’an ) akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi safa’at bagi orang – orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim).

Hadits diatas menjelaskan bahwa Al-Qur’an akan mendatangi para pembacanya sesuai dengan petunjuk Allah SWT pada hari kiamat untuk memberikan pertolongan ataupun safaat ketika menghadapi sulitnya kehidupan hari kiamat. Berdasarkan penjelasan Rasulullah Saw dalam hadits diatas harus menghasilkan 3 bentuk keimanan terhadap hari akhir dalam diri setiap orang yang beriman, yaitu :

  1. Meyakini dengan seyakin-yakinnya tentang kehiidupan hari akhirat.
  2. MErindukan semua janji – janji positif (Al Wa’d) apa saja yang telah diberikan Allah SWT dan Rasul-nya, Yakni tentang kehidupan akhirat dan muncul perasaan takut (khauf) atas semua ancaman (al Wa’idd), agar ancaman tersebut tidak sampai menimpa diri kita.
  3. Menjadikan motivasi untuk memprbanyak amal shalih dan menjjauhi hal apa saja yang dilarang oleh Allah SWT.

Bentuk keimanan dapat direalisasikan dengan cara berkut ini :

  1. jadikanlah Al Qur’an sebagai renungan dan bacaan rutin kita setiap hari sampai akhir hayat, jika kita memposisikan al Qur’an sebagai petunjuk hidup kita, kita akan mengikuti ketentuan wahyu tersebut untuk menempuh jalan hidup kita di dunia.
  2. Berusahalah untuk menghayati maknanya (tadabbur), terutama saat kita membaca dalam shalat-shalat kita.
  3. Hadirilah majelis tadabbur Al Qur’an atau kajiian tafsir Al Qur’an, agar kita memiliki semangat untuk mengamalkan Al Qur’an dengan sekuat tenaga.
  4. Bangunlah keyakinan terhadap hari akhir dan rindukanlah surganya dan ketakukan akan pedihnya siksa di neraka, niscaya kita akan selalu merindukan Al Qur’an atau sebaliknya. Rindulah terhadap Al Qur’an, niscaya kita akan selalu merindukan kehidupan akhirat.

Jadi kesimpulannya ialah menjadi pembaca Al Qur’an yang produktif bisa dilakukan bila kita mengimani hari akhir atau kehidupan setelah kita meninggal didunia. Wallahu’alam bisshawab .. Wassalamualaikum Wr Wb.