Bersyukur Adalah Solusi

Assalamualaikum semua,

Selamat pagi sahabat cahaya Qur’an, semoga masih bersemangat dalam menuntut ilmu.. langsung saja kepembahasan kita kali ini Bersyukur adalah Solusi.

Saat- saat dirundung kesedihan Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an :

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ya’kub menjawab : “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf : 86)

Hikmah yang dapat kita jadikan sebagai renungan dar firman Allah SWT :

Pertama               : Salah satu kelemahan manusia adalah perasaan sedih. Namun tahukah anda, bahwa di balik itu ada kebahagiaan ?

Kedua                   : Bagaimana mungkin di saat sedih kita justru dituntut untuk mensyukirinya? Wahai saudaraku , ketika sedang diirudung kesedihan , sesungguhnya saat itulah kesempatan yang terbaik bagi kita untuk kembali kepada Allah SWT. Bagaimana cara kita kembali kepada Allah SWT ? Tentu banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT antara lain adalah : Dengan Doa kita, dengan Sujud Kita, dengan Tilawah kita, dengan Dzikir-Dzikir kita serta dengan berbagai amal kebajikan yang kita yakini bahwa dengan amal tersebut membuat Allah SWT akan ridha kepada kita.

Disaat lapangnya kebanyakan orang sulit menghadirkan rasa bahagia karena dekat dengan Allah SWT karena tabiat manusia itu pada saat lapangnya cenderung lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Namun pada saat ia terhimpit oleh berbagai masalah atau dirudung kesedihan yang dalam, maka manusia sangat mudah hanyut dalam kerinduannya kepada Rabbnya hingga ia berusaha mendekat kepada-nya hingga ia merasa bahagia dan mendapatkan ketenangan.

Hal ini disebabkan ketika hati sedih, otomatis rasa ketergantungan manusia kepada Allah SWT semakin besar. Ibadah apapun yang dilakukan terasa lebih khusyu’ , karena keinginan diri untuk lebih dekat kepada Allah SWT semakin kuat. Dan momen seperti inilah yang memunculkan rasa bahagia yang dahsyat.

Inilah yang dikatakan sebagai keberuntungan bagi seseorang yang sedang dirundung kesedihan apabila dirinya siap mengembalikan segala bentuk kesedihan yang dialaminya itu kepada Allah SWT. Sehingga sepatutnya manusia selalu bisa mensyukuri kesedihan yang Allah ta’ala hadirkan untuknya.

Jadi dikala kesedihan datang mengampiri siklus kehidupan kita, maka artinya sejak  saat itu telah terbuka peluang kita untuk mendulang kebahagiaan. Dengan cara mendekatkan diri yang Sedekat-dekatnya  kepada Allah SWT.

Ketiga                   : Salafushalih kita mengatakan bahwa kesedihan yang sesungguhnya hanyalah saat manusia divonis sebagai penghuni neraka.

Karena itu seharusnya kita menyadari bahwa semua kesedihan sebesar apapun yang kita alami di dunia ini pasti akan berakhir. Begitu juga dengan kebahagiaan. Bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya hanyalah ketika seseorang ditetapkan sebagai penghuni surge. Dan sebagaimana kesedihan, sebesar apapun nilai kenikmatan atau kebahagiaan yang ada di dunia ini, maka sifatnya adala fana, pasti akan berakhir.

Keempat              : Salafushalih juga mengatakan bahwa sungguh aneh manusia yang menyedihkan urusan dunia. Karena tidaklah Allah ta’ala mencegah suatu nikmat untuk hamba-nya pasti Allah SWT telah mengkonversinya dengan bentuk nikmat atau kebahagiaan yang lain.

Dalam hal ini terselip pesan moral bahwa tidaklah layak manusia itu su’udzan kepada Rabbnya; Allah SWT, karena setiap kesedihan atau keterhimpitan yang dialami oleh orang Mukmin pada hakikatnya adalah suatu karunia besar yang mana Allah SWT telah :

  • Menyelamatkan kita dari Musibah yang lebih besar. Karena musibah bagi seorang Mukmin adalah sebagai kafarat baginya.
  • Menyiapkan balasan yang lebih baik untuk hamba-nya yang sabar atas kesedihan tersebut. Diantaranya  adalah ampunan – nya , kedudukan mulia disisi-Nya serta kepuasan surgawi kelak di akhirat.

Kelima                  : Begitu Pentingnya manusia menyadari bahwa setiap kesedihan itu memiliki makna dalam dan memberi manfaat yang berharga bagi yang mengalaminya. Hingga Al Qur’an mengangkat tema tentang kesedihan ini dalam beberapa tempat (surat).

Al Qur’an membagi beberapa macam kesedihan :

  1. Al Huznu

Yaitu kesedihan yang mendalam namun tidak Nampak. Sebagian ulama yang lain menjelaskan kesedihan yang disebabkan permasalahan yang baru akan terjadi (kekhawatiran yang luar biasa sehingga menyebabkan rasa sedih atau gelisah).

  • Al Hammu

Kesedihan yang terjadi disebabkan oleh peristiwa yang sudah terjadi.

  • Al Ghommu

Kesedihan yang terjadi disebabkan oleh peristiwa yang sedang terjadi.

  • Al Battsu

Kesedihan yang mendalam yang Nampak di raut wajah manusia.

  • Al Karbu

Kesedihan yang terjadi karena bertumpuknya berbagai macam musibah atau kesulitan.

Keenam               : Sesungguhnya kesedihan , kegalauan, perasaan gundah gulana hanyalah masalah kondisi manusiawi. Karena itu jangan sampai kita diperalat oleh setan sehingga menjauh dari Allah – seperti mencari pelarian dengan berbuat maksiat, berputus asa, su’udzan kepada Allah SWT ,dan sebagainya.

Ketujuh                : Berikut adalah solusi yang Allah SWT dan Rasul-nya ajarkan kepada kita, sehingga diri kita justru akan menemukan kebahagiaan sejati saat berada dalam kondisi kesedihan :

  • Yakin dan berhusnudzan kepada Allah SWT . Yakin bahwa Allah SWT itu sangat senang, bahkan selalu menyambut siapa saja hamba nya yang ingin kembali kepadanya serta merengek-rengek untuk memohon pertolongan kepada-nya.
  • Yakin seyakin – yakinnya bahwa sesungguhnya setiap solusi penghilang kesedihan itu sebenarnya sudah tersedia disisi Allah SWT. Namun setiap pertolongan Allah SWT selalu dihadirkan – Nya pada saat yang dan tetap akan melalui suatu proses (sunnatullah). Allah SWT sungguh Maha Kuasa jikapun detik itu juga menghadirkan solusi atas segala kesulitan hamba-nya , hingga lenyaplah kesedihan sang hamba, namun Allah SWT sengaja tidak menyegerakan pemberian solusi tersebut.

Mengapa? Karena yang Allah SWT inginkan adalah bisa lebih lama lagi mendengar rintihan hamba-nya , pengaduan-nya , pengakuan betapa lemahnya ia dalam menghadapi tekanan hidup serta panjatan doa-doa sang hamba kepada dirinya.

Allah SWT selalu memberi kesempatan hamba-nya untuk bisa lebih lama dekat dengan-nya dan juga dia ingin agar hamba-nya terus mendapatkan pahala dan kebaikan serta ampunannya.

Kedelapan           : Salafushalih kita mengatakan bahwa : “Saat hidup kita berada dalam kesedihan yang mendalam, ketahuilah ujiannya bukanlah terletak di musibah yang  sedang terjadi . Namun terletak sejauh mana musibah itu telah menjadikan kita selalu minta tolong hanya kepada Allah SWT, berarti semakin besar kita dinilai sukses menyikapi ujian tersebut. ” (terjemahan bebas dari ungkapan imam Ibnul Qoyyim).

Kesembilan        : Selalu berusahalah agar semua kesedihan yang terjadi pada diri kita merupakan akibat dari amal ketaatan kita kepada Allah, yakni yang disebut dengan amar ma’ruf dan nahi munkar . Bahkan Rasulullah SAW sendiri juga pernah mengalami masa tersebut. Hal ini terjadi saat dipanggilnya semua pendukung Dakwah beliau oleh Allah SWT. Mulai dari istri beliau Khadijah RA, Abu Thalib dan juga Hmzah RA.

Janganlah sampai kesedihan yang kita rasakan disebabkan oleh suatu kemaksiatan. Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa setiap kesedihan yang dialami oelh seorang mukmin saat masih di dunia ini akan mengantarkanya pada keadaan yang selalu bahagia di akhirat, karena tidak ada kesedihan dua kali dalam hidupnya.

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

“Mereka berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah mnghilangkan kesedihan Sesungguhnya Rabb kami Maha Pengampun dan berterimakasih kepada hamba-hambanya. “”(QS. Fathir : 34).

Kesimpulan :

Jadikan setiap kesedihan yang kita alami sebagai sarana untuk menemukan kebahagiaan dengan mengembalikan semua kepada Allah SWT, bersimpuh di hadapan-nya dan menghamba kepada-nya dengan sepenuh hati sampai kita merasakan kedekatan dan hadirnya ridha nya kepada diri kita.  

Demikianlah penjelasan dari kami . semoga kita para kaum muslimin bisa mengambil pelajaran, Wallahu’alam bisshawab ..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

baca juga artikel menarik kami yang lainnya :

Jadilah Prajurit Allah SWT

Menjadikan Al Quran sebagai sahabat di dunia

Keberkahan Dalam Mempelajari Al Qur’an

Bahagia Bersama Al Qur’an Harus Diraih dengan “Sengsara” (Mujadah)