Kisah Nabi Syits Sang Penerus Nabi Adam AS

 

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kalian semua.

Nabi Adam AS. Termenung sendirian. Dia merasa sangat sedih karena kedua putranya menghilang. Tidak seorang pun tahu apa yang terjadi dan kemana mereka berdua pergi Nabi Adam AS hanya bisa berdoa kepada Allah SWT, dan memohon petunjuk-Nya. Allah SWT member tahu peristiwa yang menimpa Qabil dan Habil, Nabi Adam AS sangat berduka. Berita sedih itu segera disampaikan kepada Hawa.

 

“Wahai istriku, anak kita Habil telah wafat, ” kata Nabi Adam AS. Hawa tidak kalah sedihnya. Dia menangis tiada henti. Dia adalah ibu dari korban sekaligus juga ibu dari orang yang menghilangkan nyawa anaknya. Hanya rasa tawakal kepada Allah SWT yang membuat mereka bisa menerima penderitaan itu.

“ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya, Setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata, ” kata Nabi Adam AS. Atas kesedihan dan kehilangan yang dirasakan Nabi Adam AS , dan Hawa maka Allah SWT menganugerahkan seorang putra kepada mereka. Ia diberi nama Syits. Syits merupakan hadiah dari Allah SWT sebagai pengganti Habil yang wafat.

Syits adalah satu – satunya putra Nabi Adam AS yang tidak memiliki saudara kembar. Perilaku Syits sangatlah sopan, Dia memiliki banyak kelebihan dibandingkan saudara – saudaranya yang lain. Syits anak yang cerdas, patuh dan sangat bertakwa. Nabi Adam AS menunjuk Syits sebagai penerusnya.

Syits mewarisi kenabian dari Nabi Adam AS.

“jangan sampai saudaramu Qabil mengetahui tentang hal ini , ” pesan Nabi Adam AS. Nabi Syits mengangguk. Dia tahu , Qabil akan marah jika mengetahui  Nabi Adam AS. telah menunjuknya sebagai pemimpin.

Nabi Adam AS memberikan nasihat kepada Nabi Syits AS , “Setiap perbuatan yang hendak kau lakukan, renungkanlah akibatnya. Jangan sampai menyesal pada kemudian hari, ” kata ayahnya itu.

“Baik Ayah ,” jawab Nabi Syits AS.

“Selain itu, bermusyawarahlah mengenai suatu perkara . Seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, mungkin aku tidak akan tertimpa musibah,“ kata Nabi Adam AS lagi.

Nabi Syits AS mendengarkan dengan baik setiap petuah dari ayahnya. Dia berjanji akan mematuhi setiap ajaran Nabi Adam AS.

Nabi Syits AS menikah dengan saudaranya yang bernama Azura. Dari pernikahan ini , lahirlah Anusy. Sebagai seorang nabi, Syits AS menerima perintah-perintah dari Allah SWT. yang tertulis dalam 50 Sahifah.

Nabi Adam AS sangat senang dengan kepemimpinan Nabi Syits AS.

 

Pertanggungjawaban Pemimpin

Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya .”  (HR. Bukhari)

Demikian kisah Nabi Syits, Semoga Kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Semoga Allah subḥānahu wataʿālā meneguhkan hati kita dalam iman dan taqwa kepada-nya serta kepada Rasul-nya .  Aamiin ya rabbal alamin.