Al Qur’an di tengah Kehidupan Manusia

Assalamualaikum ..

Sahabat Cahaya Qur’an. semoga tetap dilimpahkan kesehatan bagi kalian semua dan semoga dimudahkan urusannya oleh Allah SWT. Aamiin… Kenikmatan Al Qur’an akan mengantarkan manusia kepada kemampuan untuk berinteraksi dengannya dalam berbagai arahannya. Sehingga tunduk dan khusyu’lah jiwa dan hatinya, bahkan kulitnya pun merinding karena takut kepada Allah SWT. Puncak keberhasilan kita dari belajar Al Qur’an adalah ketika ayat-ayat nya mampu mendorong kita dengan kuat melakukan amal-amal yang saleh yang berpahala besar dan memiliki daya jangkau manfaat yang  luas dan abadi. Amal saleh tersebut adalah menghafal Al Qur’an dan berdakwah di jalan Allah SWT, mengajak manusia kembali kepada Al Qur’an. Marilah kita berusaha dengan kuat untuk meraih tujuan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga proses penegakan Al Qur’an di tengah umat ini lebih semarak . adapun indikasi a’dal (kemampuan), pada hakikatnya sangat mudah dan sederhana mengukurnya. Berapa hasil ujian yang kita dapatkan, itulah keberhasilan a’dal. Setiap orang pasti akan meraihnya cepat atau lambat, selama disiplin dan serius dalam proses belajar. Jangan sampai kita belum dapat merasakan atau menemukan kekaguman terhadap Al Qur’an padahal kita sudah mengimaninya bertahun-tahun. Sehingga terkesan tidak ada bedanya antara Al Qur’an dengan kitab lainnya. Dari Anas RA berkata bahwa Rassulullah SAW bersabda, Sesunggahnya Allah SWT memiliki keluarga dari kalangan manusia. Para sahabat bertanya, “  Siapakah mereka ya Rasulullah? “ Beliau menjawab, “Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Alla SWT, orang – orang yang istimewa.” (H.R. Nasa’I, ibnu majah,hakim dan ahmad). Menurut para ulama menyatakan kebaikan yang terbaik adalah mengajarkan Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah sumber kebaikan dan tuntunan kehidupan Ahlul Qur’an ia akan sangat mencintai fisik Al Qur’an itu, ia menghargai Al Qur’an itu, ia memiliki adab dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Dalam menyikapi manusia maka perlu juga strategi yang syaamil (menyeluruh), mutawain (seimbang), proposional. Al Qur’an menjadi kebanggaan kita karena kecintaan kita kepada Allah SWT. Ahlul Qur’an menjadi qudwah dan uswah untuk umat. Dimana qudwah dan uswah ini dibutuhkan untuk membangun peradapan madani. Demikianlah penjelasan ayat al qur’an .semoga kita para kaum muslimin bisa mengambil pelajaran, Wallahu’alam bisshawab ..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

baca juga artikel menarik kami yang lainnya :

10 Alasan orang kafir dilarang memimpin

Menjadikan Al Quran sebagai sahabat di dunia

Menjadi Pembaca Al Qur’an yang Produktif

Keberkahan Dalam Mempelajari Al Qur’an

Berbagi hewan Qurban bersama anak yatim

Mengambil Pelajaran Dari Rakyat Firaun

Sepenggal Ayat Bagi Sang Perindu Surga

Menjauhkan Umat Islam Dari Al Qur’an

One thought on “Al Qur’an di tengah Kehidupan Manusia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.