PENTINGNYA HIDUP BERJAMA’AH BAGI KAUM MUSLIMIN

Assalamualaikum semua,

kali ini admin cahaya Quran akan membahas sedikit artikel tentang “Pentingnya Hidup Berjama’ah Bagi Kaum Muslimin”.

ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِنْكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Kemudian setelah kamu berduka cita , Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada  kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini ?” katakanlah : ”Sesungguhnya urusan itu seluruhnya ditangan Allah .” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata : “Sekiranya  ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini,niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini.” Katakanlah : “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh .” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS. Ali Imron : 154)

Dengan berjama’ah ikatan muslimin semakin kuat

Tadabbur ayat :

  1. Bahwa hidup bersama jamaah itu sangat mulia. Jamaah menjadikan diri kita saling tolong menolong dalam ketaatan kepada Allah SWT.
  2. Bahwa hidup bersama jamaah itu sangat mulia. Demi tujuan yang besar kita siap mengalah untuk Allah SWT dan  Rasul-nya dan juga untuk orang-orang yang beriman.
  3. Bahwa hidup bersama jamaah itu sangat mulia. Demikian berarti seseorang telah berusaha menjaga dirinya dari kehidupan yang menyimpang.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (jamaah muslimin atau pemahaman jumhur ulama).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin hamid, at Tabrani, al Lalika’I, Abu Nu’aim).

Mereka yang setia dengan jamaah dengan 3 alasan di atas akan selalu ditolong oleh Allah SWT baik dalam urusan pribadi maupun urusan jamaahnya. Saat Para sahabat mengalami kegalauan tingkat tinggi, karena baru selesai perang uhud, Allah SWT turunkan rasa kantuk yang berat kepada mereka tidak lain untuk menentramkan hati mereka . Subhanallah , begitulah kaum Muslimin.

Bagaimana Allah SWT selalu menolong hamba-hambanya yang setia dengan jamaah, maka Allah SWT jadikan hati mereka gundah dengan semua peristiwa yang sedang terjadi.Gundah karena berbagai alasan apakah terhadap personal manusia yang ada disekelilingnya , bahkan gundah terhadap Rasulullah SAW sebagai qiyadahnya.

Permasalahannya , apakah yang menyebabkan seseorang tidak mampu setia dengan jamaahnya ? Berikut penjelasan Al Qur’anulkarim :

  1. Tidak mau mengalah dengan jamaah, atas dirinya. Karena pribadinya harus selalu dimenangkan, dipuaskan dan diutamakan dari siapapun. Padahal, tujuan berjamaah itu essensinya adalah untuk mengalah. Oleh karena itu , dimata Allah SWT , seorang pribadi mujahid adalah siap menjadi rendah dirinya (mengalah) demi kepentingan kaum mukminin.
  2.  Hubungan dengan Allah SWT kurang harmonis . Bentuknya adalah berprasangka buruk terhadap Allah SWT. Segala musibah yang terjadi pada jamaah selalu dianalisa dengan analisa selalu yang negative. Padahal, semua keputusan jamaah jelas merupakan hasil syuro dari orang-orang yang beriman.
  3. Berambisi untuk selalu dilibatkan dalam urusan-urusan jamaah. Seperti pertanyaan mereka di atas : “Apakah kami ini punya hak untuk memberi masukan dalam setiap agenda jamaah ?”

Tampaknya memang seperti sebuah pertanyaan wajar, namun di balik pertanyaan tersebut ada niat yang sifatnya menuntut dan menegaskan agar masukan-masukan merekalah yang harus diakomodir (dipakai). Kaitannya dengan peristiwa perang uhud, bahwa ayat ini menggambarkan adanya kekecewaan sekelompok sahabat (dibawah pimpinan Abdullah bin ubay) yang pada saat itu pendapatnya ditolak oleh Rasulullah SAW.

Mereka mengusulkan agar diputuskan kaum muslimin tetap bertahan di Madinah. Namun Rasulullah SAW mengutamakan untuk keluar Madinah, menuju uhud. Setelah perang selesai terjadilah suasana  menyedihkan menurut anggapan kelompok Abdullah bin Ubay tadi.

Mereka semakin yakin bahwa pendapat merekalah yang lebih tepat daripada keputusan yang diambil oleh Rasulullah SAW (untuk tetap menuju ke Uhud). Kemudian Allah SWT memberikan pembelaan kepada Rasulullah SAW dan kaum Muslimin pada saat itu dengan membantah pendapat mereka,

“Katakan semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini tidak terlepas dari takdir Allah SWT” jadi bukan salah jamaah dan bukan juga karena tidak mengikuti pendapat sekelompok manusia. Semua terjadi atas kehendak Allah SWT, artinya semua peristiwa yang telah terjadi dimuka bumi ini bahkan haruslah dikembalikan kepada Allah SWT..

  • Karena dalam dirinya tersimpan berbagai macam perasaan negative baik terhadap personal maupun permasalahan yang ada di dalam jamaah tersebut, sehingga hatinya tidak menemukan ketentraman dalam mengikuti dinamika yang terjadi di dalam jamaahnya, baik dinamika positifnya apalagi dinamika “negatif” nya . Lebih parah lagi ia justru merasa bahagia jika jamaah mengalami kondisi yang tidak menguntungkan.

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an :

“Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: ” Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (QS. At –Taubah : 50).

  • Mereka semakin percaya pada pendapat mereka dan menganggap bahwa semua peristiwa dalam perang Uhud ini, terlebih ketika melihat banyak Sahabat yang syahid di dalam peperangan tersebut. Dan ini semua mereka yakini karena Rasulullah SAW dan Kaum Muslimin pada saat itu tidak mau mengindahkan pendapat mereka. Mereka mengatakan : “Kalau saja mengikuti pendapat kami, tentu kita tidak terbunuh di sini.”

Mari kita waspada terhadap sikap penyimpangan sebagaimana peristiwa di atas. Semoga kita terjaga dari perasaan dan sikap seperti itu, karena sikap dan perasaan seperti itu, karena sikap dan perasaan seperti itu sangat tidak disukai oleh Allah SWT karena menjadikan peristiwa kematian hamba Allah SWT seakan berada di tangan mereka. Rasulullah SAW juga melarang kita, agar tidak mengatakan, “kalau saja begini…..”, “ kalau saja begitu..”

Allah SWT meluruskan cara pandang manusia dalam melihat dan meyakini hakikat kematian. Bahwa jika saat manusia sudah mati, maka kematian itulah yang akan mendatangi manusia itu, walaupun dia berada di tempat tidur rumahnya. Jadi tidak dipercepat atau pun diperlambat.

Bahwa segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan berjamaah selalu memiliki 2 fungsi bagi orang-orang yang beriman,yakni :

  1. Fungsi membongkar semua hal-hal negatif yang terdapat dalam hati manusia, seperti kurang ikhlas, dendam, hasad, benci saudaranya, sombong dan lain-lain. Sungguh Allah SWT Maha tahu isi hati manusia. Tidaklah manusia menyimpan hal-hal yang negatif kecuali akan dibongkar, agar segera bertaubat.
  2. Berfungsi menampilkan hal-hal yang positif , siapakah di antara orang yang beriman itu bersikap ikhlas , tawadhu, sabar , itsar, dan hanya mengharap pahala Allah SWT dan seterusnya. Itulah yang akan diteguhkan oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT selalu meneguhkan hati kita dalam iman dan taqwa kepada-nya serta kepada Rasul-nya. Segera memperbaiki segala urusan dunia maupun akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *