Mengambil Pelajaran Dari Rakyat Fir’aun

Cahaya Qur’an – salah satu rahmat Allah SWT yang luar biasa adalah dengan selalu dihadirkan-nya poros orang yang beriman di tengah perikehidupan masyarakat matererialistik yang telah meninggalkan nilai – nilai ajaran Allah SWT dalam menapaki pijakan hidupnya. Allah SWT berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ
” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, “(QS.Hud : 96).

Fir’aun adalah tokoh legendaris yang telah diberikan kekuatan dan kekuasaan oleh Allah SWT sebagai penguasa dari kaumnya, namun ia telah kufur kepada Allah SWT dan juga telah berbuat syirik. Sebenarnya Fir’aun sudah merasakan runtuhnya poros kekufurannya sejak Musa AS masih bayi, yakni ketika muncul rasa kekhawatiran yang semakin besar dan puncaknya adalah ia membuat kebijakan agar semua bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh. Namun makar Allah SWT ternyata lebih dahsyat.

Mari kita perhatikan betapa canggihnya rekayasa Allah SWT dengan menjadikan bayi yang dicari Fir’aun pun tumbuh besar di dalam istananya, akhirnya justru yang meruntuhkan singgahsananya dengan izin Allah SWT. Demikianlah diantara contoh nasib akhir dari para pelaku kekufuran dan kemusyrikan.

ayat dari surat hud diatas juga menggambarkan bahwa setiap masa yang berlangsung dalam suatu kehidupan manusia selalu ada dua poros , yakni poros iman dan poros kebathilan (kekufuran). Allah SWT memberi pilihan kepada manusia, apakah ia akan berada pada poros iman dengan segala alasan yang pasti akan membawa pada kemaslahatan bagi dirinya, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawinya. Ataukah ia akan memilih poros kufur dan syirik dengan segala daya dukung yang selalu dihiasi oleh hal-hal yang terlihat menarik, padahal hanya sebatas fitnah (ujian) yang pasti akan berujung pada kecelakaan di dunia apalagi di akhirat kelak.

Bagi manusia yang tidak mau mengenal Allah SWT dan juga tidak peduli atas keberadaan-nya sebagai Tuhannya, maka Allah SWT juga tidak akan memperhatikan urusan nasib dirinya kelak dihari akhirat. Hatinya lebih cenderung pada poros kufur dan syirik. Hal ini terjadi dari awal sebab minimnya ilmu agama yang dimiliki, sehingga imannya tidak terasah dan karenanya ia tak pandai memilih mana hal yang terbaik bagi dirinya.

ketika kita ingat pesan Allah SWT dalam surat Hud diatas, maka ada beberapa pelajaran yang dapat kita renungkan dan kita jadikan bahan pertimbangan dalam memilih suatu poros hidup :

  1. Bahwa kebijakan Fir’aun itu tidak ada yang mengandung makna bijak dan tidak pula ada kebaikan apapun di dalamnya. Jadi, betapapun hebatnya seorang pemimpin jika ia tidak memiliki iman kepada Allah SWT maka kinerjanya hanya akan menghasilkan kebijakan yang tidak membawa kebaikan bagi umat manusia. Hal ini sebagaimana disebut dalam Surat Hud ayat 97 : “Kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal kebijakan Fir’aun sekali kali bukanlah kebijakan yang benar ”
  2. Setiap rakyat yang telah berani berkhianat kepada Allah SWT dengan menjadikan manusia kafir sebagai pemimpinnya dan mempercayainya untuk mengurus negerinya juga mengatur urusan hidupnya, maka kepemimpinan ini akan berlangsung sampai akhirat. Hal ini sebagaimana yang terjadi antara Fir’aun dan rakyatnya. Kelak Fir’aun akan terus memimpin rakyatnya yang telah memilihnya hingga mereka memasuki neraka bersama Fir’aun (pemimpin yang dipilihnya). Tentu itu adalah seburuk-buruknya tempat kehidupan akhir mereka. Perhatikan firman Allah SWT ayat 98 masih terdapat surat Hud : “Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk – buruk tempat yang didatangi.”
  3. Fir’aun dan rakyatnya senantiasa dilaknat oleh Allah SWT sejak ia masih di dunia sampai hari kiamat. itulah seburuk – buruk konsekuensi memiliki pemimpin kafir untuk rakyatnya. Demikian sebagaimana disebut pada ayat berikutnya , yakni ayat 99 masih pada surat yang sama, QS. Hud : “Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan”

wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT, Sungguh penjelasan diatas adalah informasi langsung dari langit yang sudah pasti benar dan tidak perlu ada keraguan di hati kita terhadapnya.

Tidakkah kita merasa takut, jika menghadirkan seorang pemimpin yang kufur dan syirik? Karena sama saja kita sedang merajut ancaman dan bencana besar yang akan ditimpakan dalam kehidupan kita baik secara pribadi dan juga pasti akan menimpa manusia yang lain.

Bahkan hukuman Allah SWT atas ketidak patuhan seseorang kepada aturan Allah SWT dalam hal memilih seseorang pemimpin tidak saja hanya akan ditimpakan hukumannya di dunia akan tetapi di akhirat pasti akan lebih dasyat siksanya.

baca juga artikel menarik kami yang lainnya :

Menjadikan Al Quran sebagai sahabat di dunia

Menjadi Pembaca Al Qur’an yang Produktif

Keberkahan Dalam Mempelajari Al Qur’an

Berbagi hewan Qurban bersama anak yatim

2 thoughts on “Mengambil Pelajaran Dari Rakyat Fir’aun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.