Menjadikan Al Qur’an Sebagai Sahabat Di Dunia.

Menjadi Sahabat Al Qur’an di Dunia

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an , karena ia (Al Qur’an ) akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi safa’at bagi orang – orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim).

Sahabat Al Qur’an – Setelah kita berusaha menjad pembaca Al Qur’an yang baik dan benar, maka akan tumbuhlah keimanan diri kita terhadap akhirat, sehingga gambaran suasana akhirat benar-benar terasa atau tervisualisasi dalam diri kita. kemudian apa langkah langkah setelah itu ?

Jadilah pembaca Al Qur’an hingga kita merasakan adanya jalinan persahabatan yang erat dengan Al Qur’an. Orang yang telah merasakan kedekatan bersama Al Qur’an hingga terjalin persahabatan antara dirinya dengan Al Qur’an Rasulullah SAW menyebutnya sebagai Sahibul Qur’an.

Sebagaimana disebut oleh hadits diatas dalam bentuk jamak istilahnya adalah Ash-habul Quran. Agar Al Qur’an pada hari kiamat memberi safa’at kepada kita, maka seharusnya kita mempersiapkan diri bagaimana agar layak mendapatkan safa’at tersebut. Apa kriteria menjadi Shabibul Qur’an ?

  1. Menjadi pembaca Al Qur’an yang baik dan benar dan membacanya secara rutin, bahkan berazzam akan selalu membaca Al Qur’an sepanjang hayat. Berusahalah membaca Al Qur’an minimal setiap bulan 1 kali khatam 30 juz.
  2. Menjadi pembaca Al Qur’an yang akrab dengan Al Qur’an, baik secara lahir yakni selalu dekat dengan mushaf Al Qur’an, maupun secara batin yakni semakin mengimani dan selalu berusaha menerapkan seluruh ajarannya. Dengan mengakrabi Al Qur’an, kita akan banyak mengetahui tentang seluk beluk al Qur’an, minimal tahu nama – nama suratnya, sampai faham semua isinya dan seterusnya. Bagi yang masih awam terhadap Al Qur’an, sudah seharusnya memiliki tekad untuk belajar mengenali Al Qur’an dari semua sisi – sisinya agar Allah SWT tetap menerimanya sebagai Sahibul Qur’an. selama Allah SWT melihat seseorang berusaha tanpa henti mengenali kitab suci-nya, Insyaallah amal tersebut sudah menjadi catatan di sisinya , sehingga layaklah ia berharap kepada Allah SWT agar memasukkan dirinya sebagai sahibul Qur’an.
  3. Menjadi pembaca Al Qur’an yang akrab dengan isi Al Qur’an, Sehingga memiliki kecenderungan dan semangat untuk menerapkan isi Al Qur’an dalam realita kehidupannya. Bisa dikatakan bahwa citra dirinya adalah isi dari Al Qur’an.

Memiliki citra diri Qurani memerlukan perjuangan ekstra dalam melakukan pendekatan dengan Al Qur’an. Upaya pendekatan dengan harus dilakukan secara intensif sehingga terbangun kemampuan memahami dan kemauan mengamalkan, sehingga melekatlah pada dirinya citra pribadi Qurani karena ia konsisten dalam menerapkan isi Al Qur’an dalam realita kehidupannya.

Begitulah jawaban Aisyah RA saat ditanya, bagaimana perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari – hari adalah akhlak Rasulullah SAW semua yang ada di dalam isi dari A Qur’an. Masyaallah. Semoga paparan diatas memberi pencerahan kepada kita semua sehingga muncul rasa optimis bukan pesimis untuk meraih predikat sebagai Shahibul Qur’an. Allah SWT hanya akan membantu hambanya yang selalu memiliki mental optimis untu menjadi Shahibul Qur’an.

Mungkin sering terlintas dalam benak kita, betapa beratnya menjadi Shahibul Qur’an. Memang berat, karenatargetnya adalah surga Allah SWT. Surga tersebut adalah surga Firdaus, Surga Allah SWT yang tertinggi, tidak mungkin didapat jika dengan santai- santai dan upaya yang ringan.

Marilah kita terus bersemangat untuk mendapatkan tiket memasuki surga Firdaus dengan gigih, mulailah bertekad meniti proses kedekatan dengan Al Qur’an step by step. Dari proses interaksi (pendekatan) tersebut insyaallah akan membuahkan kemantapan keimanan terhadap Al Qur’an. Kemudian menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman yang akan selalu mewarnai kehidupan kita. pada gilirannya, kita berharap Allah SWT memasukkan diri kita sebagai Shahibul Qur’an.

Al Qur’an tidak hanya memiliki fungsi sebagai petunjuk manusia dalam skala pribadi, tetapi Al Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia yang ada di bumi ini, dan meliputi semua aspek kehidupan, bahkan termasuk alam semesta. Shahibul Qur’an lah yang akan siap menyerap petunjuk Al Qur’an serta menerapkan isinya. jangan meremehkan sekecil apapun andil dan upaya yang kita lakukan dalam niat mewarnai dunia dengan Al Qur’an hingga terwujudnya peradaban Qur’an diatas bumi Allah SWT.

2 thoughts on “Menjadikan Al Qur’an Sebagai Sahabat Di Dunia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *